Wabah Difteri Telah Melanda 11 Provinsi di Indonesia

Wabah Difteri Telah Melanda 11 Provinsi di Indonesia – Penyakit Difteri adalah suatu penyakit sangat menular yang disebabkan karena infeksi bakteri. Bakteri ini menyerang pada selaput lendir di hidung dan tenggorokan, kadang-kadang juga dapat menyerang kulit. Dan wabah difteri mulai melanda hingga 11 Provinsi di Tahun 2017.

wabah difteri

Penyakit difteri disebabkan oleh bakteri Corynebacterium Diphteriae, yang mengakibatkan infeksi sangat serius. Bahkan jika penanganan korban terlambat, maka penyakit ini dapat mengakibatkan meninggal dunia.

Dari Tahun 1990 sebenarnya penyakit ini kasusnya sudah jarang sekali ditemukan di Indonesia. Akan tetapi di tahun 2009 kasus ini muncul kembali hingga taraf KLB.

Dan yang terjadi di akhir Tahun 2017 kasus wabah difteri sangatlah banyak, bahkan di beberapa daerah menyatakan sudah dalam tingkat klb  (Kejadian Luar Biasa).

 

Daerah Terserang Wabah Difteri

Wabah yang terjadi di kabupaten tangerang menyerang 9 desa dan 6 Kecamatan sejak bulan April 2017. Kemudian sampai pada Bulan Desember 2017, tercatat 23 kasus, diantaranya ada  4 penderita masih berusia 4-6 tahun meninggal dunia.

Sedangkan sumber dari surya malang pada bulan oktober 2017 sejumlah pelajar di kota malang mulai dari taman kanak-kanak sampai SLTA telah terinfeksi.

menurut berita dari BBC Ternyata sejak bulan oktober  sampai bulan november ada lebih dari 11 provinsi yang terkena wabah, terdapat 622 kasus dan 32 korban diantaranya meninggal dunia.

Kejadian wabah difteri yang melanda di Indonesia menyerang Pulau Jawa yang meliputi DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah. Sedangkan di Pulau Kalimantan dan Sulawesi hanya di KalTim dan Sulawesi Selatan saja. Di Pulau Sumatra ada 4 Daerah yang terkena wabah difteri Sumatra barat, Sumatra Selatan, Aceh dan Riau.

 

Imunisasi Pencegahan Dini Terhadap Penyakit Difteri

Tindakan pencegahannya bisa dilakukan dengan cara imunisasi DPT. Imunisasi wajib diberikan 3 kali sebelum anak menginjak usia 1 Tahun,  2 kali saat anak usia 1,5 Tahun dan 5 Tahun.

Sebenarnya tindakan imunisasi sudah dilakukan, namun di tahun 2016 angka penerima imunisasi turun 6%.

Di Tahun 2015 penerima vaksin difteri mencapai hingga 90%, sedangkan di Tahun 2016 turun 6% maka angka penerima imunisasi sebesar 84%. Kemungkinan dari angka 6% inilah yang terserang penyakit difteri.

Selain imunisasi sebagai tindakan pencegahan dini, sebenarnya ada beberapa tips pencegahan penularan difteri agar wabah tidak semakin memprihatinkan

Agar tidak ada keterlambatan Penanganan terhadap pasien yang terinfeksi, maka perlu mengenal ciri dan gejala difteri.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *