Sungai Bawah Tanah Muncul Tiba-Tiba, Mengejutkan Warga Wonosari – Jogja

Sungai Bawah Tanah yang secara tiba-tiba muncul di Luweng Blimbing mengejutkan warga di Wonosari – Jogja.

Luweng blimbing adalah sebuah nama dari Luweng “anyar” (“baru”) yang ada di Dusun Ngampo, Pacarejo, Semanu, Gunung Kidul-yogyakarta.

Keberadaan luweng blimbing ini memang baru, sekitar 1 bulan yang lalu. Sebenarnya Luweng blimbing tercipta dikarenakan akibat dari peristiwa badai cempaka yang sempat melanda Jawa.

Efek dari badai cempaka juga sangat dirasakan di Yogyakarta, Kabupaten Bantul dan gunungkidul khususnya Wonosari.

Nah, sebelum mengulas tentang kejadian amblesnya Luweng ini, ada baiknya untuk tahu apa yang dimaksud dengan ‘luweng’.

Karena banyak kemungkinan dari pembaca belum tahu apa yang dimaksud dengan luweng.

Istilah Luweng diambil dari bahasa jawa. Arti luweng adalah lubang besar yang ada di permukaan tanah.

Lubang ini biasanya sangat dalam dan bentuknya vertikal menyerupai sumur.

Masyarakat di Gunung Kidul menyebut istilah ini dengan nama luweng. 

Seperti Goa Jomblang adalah sebuah Luweng yang sekarang jadi obyek wisata. Dulu masyarakat sekitar menyebut Goa Jomblang dengan istilah Luweng.

Besar dan kedalaman luweng bervariasi, karena banyak sekali luweng yang ada di Gunungkidul terutama di Wonosari.

Oke…

Kembali ke pokok kejadian luweng blimbing.

 

Kemunculan Sungai Bawah Tanah di Luweng Blimbing

Sesuai yang diberitakan di koran lokal, bahwa kemarin senin, tanggal 22/1/2018 tanah di luweng blimbing ini ambles hingga 100 meter.

Dengan kejadian ini menimbulkan sebuah fenomena alam baru, yakni debit air di danau luweng menyusun dan ditemukannya sungai bawah tanah di dasar luweng.

Kejadian ini dipicu karena terjadi hujan lebat selama beberapa hari sebelumnya yang disertai dengan angin.

Dan salah satu efek dari hujan disertai angin tersebut adalah amblesnya tanah di luweng blimbing pada hari senin kemarin.

Luweng blimbing yang yang sebelumnya memiliki luas sekitar 1 hektar dan kedalaman 100 meter, kini luasnya meningkat jadi sekitar 2 hektar dan berkedalaman 200 meter.

Air danau yang sebelumnya menggenang di danau, kini menghilang.

Danau tersebut digantikan dengan aliran sungai bawah tanah di dasar luweng.

 

di bawah ini video yang sudah di upload ke youtube sama salah satu warga

 

Kesaksian Warga Soal Kemunculan Sungai Bawah Tanah

Sesuai keterangan dari warga yang bernama Sunar dan Suryono, bahwa aliran sungai bawah tanah ini cukup deras. Sehingga suara alirannya mampu terdengar sampai diatas sekitar luweng.

Sebelumnya kejadian ini, Luweng blimbing sudah menjadi obyek wisata dadakan (mendadak) bagi warga sekitar.

Sudah ada ribuan pengunjung yang datang dan berwisata ke luweng ini.

Sesuai keterangan yang ditambahkan Suryono, kejadian amblesnya tanah ini sangat mengejutkan, karena tidak ada tanda tanda sebelumnya.

Hanya saja Dusun Ngampo, sehari sebelumnya tergenang oleh air banjir. Dan yang dirasakan oleh warga sebelum terjadi tanah ambles adalah terdengar suara gemuruh di dalam bumi.

Kemudian keesokan hari sudah dijumpai tanah luweng blimbing ambles dan kedalamannya menjadi 200 meter.

Dilaporkan, bahwa dari kejadian ini tidak ada korban jiwa. “Syukur Alhamdulillah”

Sutaryono S Sos (Kasi Kedaruratan BPBD Gunung Kidul) menyatakan “meskipun  di sekitar luweng tidak ada pemukiman, namun warga di himbau untuk tetap berhati hati. Mengingat ladang yang dipakai buat bercocok tanam, dan tempat mereka untuk mencari pakan ternak berada di dekat sekitar tempat kejadian” 

 

Sumber :

Pur – Koran Merapi 

 

Related Posts

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *