Rafflesia Arnoldii Pertama Kali Ditemukan Di Nusa Kambangan, Bukan Di Bengkulu

Bunga Rafflesia Arnoldii pertama kali ditemukan di Hujan Tropis Indonesia, tepatnya  di Bengkulu, Sumatra Selatan.

Bunga ini ditemukan oleh seorang Guide dari Indonesia pada Tahun 1818, yang bekerja untuk Dr. Joseph Arnold dalam sebuah ekspedisi. Dan Thomas Stamford Raffles adalah orang yang memimpin dalam Ekspedisi ini.

Bunga Raflesia Arnoldi merupakan tumbuhan parasit, lebih tepatnya dari jenis endoparasit pada jenis tumbuhan merambat.

Rafflesia Arnoldii adalah nama yang diberikan untuk bunga terbesar di Dunia ini, karena diambil dari nama Dr. Joseph Arnold dan Thomas Stamford Raffles.

 

Versi Lain Bunga Rafflesia Arnoldi Pertama Kali Ditemukan

Namun ada sumber lain yang menyatakan bahwa Rafflesia Arnoldii pertama kali ditemukan oleh Louis Auguste Deschamp.

Pada Tahun 1798 Louis Auguste Deschamp menemukan bunga ini di Jawa yaitu di Pulau Nusa Kambangan-Kabupaten Cilacap.

Ia adalah seorang dokter berasal dari Perancis yang sangat aktif melakukan ekspolarsi di pedalaman Pulau Jawa dan mengumpulkan semua jenis tumbuhan yang ditemukannya.

Hal ini sesuai dengan hasil tulisannya dalam draft awal “Materials towards a flora of Java”.

Sewaktu perjalanan pulang ke Perancis, di dekat selat Inggris Louis Auguste Deschamps ditangkap dan koleksi bunga penemuannya dirampas.

Ahli botani dari Inggris mengetahui bahwa semua spesies bunga penemuan Deschamps sangat unik dan baru pertama kali mereka lihat.

 

Ciri Ciri Bunga Rafflesia Arnoldii

Ciri-ciri yang terdapat dari jenis tumbuhan jenis ini adalah:

  • Sama sekali tidak memiliki daun.
  • Tidak memiliki batang.
  • Tidak memiliki akar real.
  • Memiliki 5 kelopak berwarna merah dan berbintik- bintik putih.
  • Diameternya antara 70cm hingga 110cm, dengan tinggi bunga bisa mencapai 50cm dan memiliki berat hingga 11kg. Maka dengan ukuran tersebut bunga Raflesia Arnoldi merupakan bunga terbesar di Dunia dilihat dari besar ukuran dan beratnya.
  • Benang Sari dan putik adalah organ reproduksi bunga Raflesia Arnoldi. Letak benang sari dan putik tersebut berada di dalam satu tempat di tengah pada dasar bunga.
  • Raflesia Arnoldi memiliki aroma busuk (Oleh karena itu dalam bahasa Indonesia disebut dengan nama “Bunga Bangkai”). Dengan aroma busuk yang dimiliki bunga ini membuat daya tarik terhadap kumbang dan  
  • Proses penyerbukan dibantu oleh kumbang dan lalat yang tertarik dengan bau busuk dan menyengat.
  • Pertumbuhannya sangat lambat, bahkan bisa mencapai 9 bulan lamanya.
  • Bunga Raflesia Arnoldi hanya mekar selama 5 Hari -7 Hari, setelah itu layu dan mati.

 

Sumber referensi:

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *