10 Makanan Tradisional Asli Jogja Ini Harus Anda Cicipi

Makanan tradisional Indonesia yang berasal asli dari Jogja ini seharusnya wajib Anda cicipi, karena selain rasanya yang lezat, ada sebagian merupakan menu kesukaan Sultan. 

Memang, makanan dari Jogja terkenal akan rasa manis, akan tetapi selalu dipadukan dengan gurihnya santan. Perpaduan ini ternyata menghasilkan rasa yang istimewa layaknya Jogja yang memang istimewa. 

Ternyata makanan tradisional asli jogja ini pun juga mengandung makna, oleh karena itu nyaris semua makanan tradisional asli dari jogja menggunakan unsur kelapa dan santan.

Nah dalam proses memasak, yang dititik beratkan ada pada santan tersebut.

Sebutir kelapa mengalami proses sangat panjang dan perih untuk bisa diambil santannya, mulai dari dikupas sabutnya, di pecah, di cukil untuk memisahkan daging kelapa dari tempurungnya, hingga sampai di parut. Kemudian masih harus diperas agar keluar santannya, dan yang diambil adalah santan kanil (perasan pertama kali dengan sedikit air, biasanya lebih kental).

Dengan santan kanil, maka masakan akan menjadi lebih gurih, jika dicampur dengan manisnya gula jawa dan bumbu yang pas pada masakan pasti akan terasa sangat nikmat di lidah.

 

Filososfi Makanan Tradisional Asli Dari Jogja

Di atas sudah dijelaskan secara sangat singkat, bahwa untuk menjadi santan kanil diperlukan proses panjang yang menyakitkan.

Dalam proses memasak, santan kanil ini di kasih bumbu yang pas, ditambah rasa pahit dari tempe semangit dan gula jawa.

Jika mampu memasak dengan rasa gurih dan manis yang seimbang, maka akan terasa sangat nikmat. 

Seperti itulah kehidupan, setiap orang dipastikan mengalami proses panjang yang kadang pahit, perih, getir, dan ada rasa manis. Jika seseorang mampu membuat dalam porsi yang seimbang maka kehidupan akan terasa nikmat dan membahagiakan.

Rasa tersebut tidak akan pernah mampu diresapi jika kita tidak pernah mau untuk bersyukur.

 

10 Makanan Tradisional Asli Dari Jogja

Setelah mengetahui filosofi tentang makanan tradisional dari Jogja, kini saatnya untuk mengetahui 10 makanan yang sepertinya harus Anda cicipi.

Baiklah, berikut ini 10 makanan tradisional tersebut yang terbagi menjadi 6 makanan utama (main course), 1 Salad, 1 Dessert  dan 2 cemilan.

 

6 Makanan Tradisional Utama Asli Khas Jogja

 

1. Gudeg Manggar

Gudeg memang sudah menjadi ikon dari kota Yogyakarta, bahkan hingga ada istilah tersendiri untuk Jogja dengan sebutan Kota Gudeg. Kalau biasanya gudeg terbuat dari nangka muda, namun berbeda dengan gudeg manggar.

Konon makanan tradisional khas jogja ini adalah kesukaan Ki Ageng Mangir dan Gusti Pembayun.

makanan tradisional indonesia
foto: www.gudegmanggar.id

Di Jogja, Manggar merupakan istilah yang dipergunakan untuk sebutan dari bunga kelapa. Jadi yang disebut dengan Gudeg Manggar adalah Gudeg yang terbuat dari bunga kelapa yang masih muda. 

makanan tradisional indonesia
ini bentuk manggar mentah yang sudah di petik dari pohon
Foto: detikFood

Manurut saya yang sudah pernah makan gudeg manggar, rasanya lebih enak dibanding dengan gudeg yang terbuat dari nangka muda. Gudeg manggar terasa lebih legit dan meleleh di lidah, gigitannya sangat mirip dengan rumput laut, namun lebih lembut dan juicy. 

Memang susah jika anda mencari dan menemukannya di kota, namun gudeg manggar bisa anda temukan di Kabupaten Bantul, tepatnya di Desa Mangir – Pajangan.

 

2. Urip Urip Gulung

Makanan tradisional asli dari Jogja berikut selanjutnya ini terbuat dari daging ikan lele yang di fillet, kemudian digulung dan digoreng dengan kecap manis. Penyajiannya dengan saus santan yang bumbui dengan rempah – rempah, jadi tidak terasa amis bahkan semakin gurih karena dari santan kanil untuk pembuatan sausnya.

Dulu lele yang digunakan adalah lele lokal, memang rasa dari daging lele lokal jauh lebih enak dibandingkan lele dumbo. Lele lokal memiliki citarasa lebih gurih, dagingnya yang kesat dan padat, bahkan tidak berlendir.

Namun, sekarang ini untuk mendapatkan lele lokal sangat susah sekali, bahkan bisa dikatakan mustahil. Disungai sungai pun sudah langka, mungkin karena berkembang biaknya yang lama, jadi populasinya kalah dengan lele lokal yang mudah dipijahkan dan lebih menguntungkan bagi petani ikan. 

Bagi Anda yang penasaran dan segera ingin mencicipi urip urip gulung, bisa didapatkan di Bale Raos, dimana resto ini menyediakan berbagai makanan favorit para Sultan.

makanan tradisional indonesia

 

3. Gecok Ganem

Gecok Ganem adalah makanan yang sangat populer di Tahun 1950an , makanan tradisional khas Jogja ini menjadi menu favorit Sri Sultan Hamengku Buwono ke IX.

Sebenarnya makanan ini hampir seperti sayur lodeh, namun di tambah dengan daging sapi giling. Jadi kuahnya terasa sangat gurih,  karena campuran antara gurihnya santan kanil dengan gurihnya kaldu dari daging tersebut.

makanan tradisional indonesia
foto: travel kompas

 

4. Sego Gurih

Sego artinya adalah nasi, Jadi Sego Gurih ini adalah nasi yang di beri santan kanil sewaktu menanak, sehingga rasa yang dihasilkan tentu saja sangat gurih. 

Sego Gurih biasanya di sajikan lengkap dengan lauk opor ayam, tapi daging ayamnya di suwir, kerupuk kulit sapi atau krecek yang di goreng saja. Ditambah dengan sambal kacang dan kedelai hitam. Lalapannya timun, daun kemangi dan kol yang dicincang.

Sego gurih ini biasanya dibuat untuk acara selamatan, namun di beberapa pasar tradisional di Jogja kadang bisa ditemukan. Kalau anda berkunjung di Jogja saat ada acara Sekaten, makanan tradisional khas Jogja ini dipastikan ada, carilah disebelah barat atau depan Masjid Gedhe Kauman.

makanan tradisional indonesia

 

5. Sate Klathak

Sate klathak merupakan makanan khas dari Kabupaten Bantul, khususnya dari daerah Imogiri, Jejeran, Pleret dan sekitarnya. Makanan ini termasuk dalam list makanan khas jogja yang paling dicari baik itu oleh wisatawan maupun orang lokal.

Cirikhas dari sate klathak adalah penggunaan jeruji roda untuk pengganti tusukan sate yang terbuat dari lidi atau bambu. Ternyata penggunaan jeruji bukan serta merta agar menjadi daya tarik saja, namun jeruji ini berfungsi untuk membuat daging kambing matang hingga sampai ke dalam karena panas yang menjalar dari jeruji mampu masuk ke tengah daging.

Selain membuat daging matang dengan sempurna, dengan menggunakan jeruji mampu membuat daging matang dengan cepat. 

Ada dua warung sate klathak yang paling terkenal, yaitu Sate Klathak Pak Pong, sedangkan yang satunya adalah Sate Klathak millik Pak Bari, bahkan film AADC pun pernah shooting di warung sate klathaknya Pak Bari. 

makanan tradisional
foto: kompasiana

 

6. Sego Abang Jangan Lombok Ijo

Makanan tradisional ini spesial didatangkan dari gunung kidul Yogyakarta, namanya yaitu Sego Abang Jangan Lombok Ijo.

Ini adalah sebutan dalam Bahasa Jawa yang artinya adalah nasi merah sayur lombok hijau.

Sebenarnya ini adalah sajian lengkap untuk makan bersama, Inti dari makanannya adalah nasi merah dan sayur lodeh tempe yang berasa pedas dengan menggunakan cabai yang masih hijau. Sedangkan lauknya bisa apa saja, namun yang pasti ada adalah empal sapi, tahu dan tempe bacem, belalalang serta peyek, masih ditambah dengan daun pepaya rebus atau dibuat buntil daun pepaya. Kadang masih ditambah dengan Trancam.

Yang belum tahu trancam itu apa, maka akan dijelaskan lebih lanjut di No. 7

Jika Anda sedang liburan di Jogja dan ada keinginan untuk bisa mencicipi makanan tradisional khas dari Gunung Kidul ini, ada 2 warung yang di rekomendasi.

Yang pertama adalah Sego Abang Pari Gogo yang berlokasi di Jl. Wonosari – Semanu, baratnya jembatan jirak, maka warung ini juga sering disebut dengan Sego Abang Jirak.

Dan yang kedua adalah Sego Abang di Warung Mbah widji, lokasinya ada di Harjobinangun, Pakem, Sleman Yogyakarta.

makanan tradisional
foto: radar jogja

Kedua warung ini mempunyai cirikhas yang sama yaitu menyediakan Amben (tempat duduk lebar yang terbuat dari kayu dan bambu, sehingga bentuknya mirip dengan tempat tidur) yang diberi alas tikar. Tempat duduk seperti ini sangat pas dan cocok untuk makan bareng sekeluarga atau rombongan. Jadi, dapat menciptakan suasana keakraban yang sangat kental dan suasa n’Deso nya sangat terasa.

 

1 Salad Yang Termasuk Makanan Tradisional 

7. Trancam

Trancam bisa dikatakan sebagai saladnya Jawa, bentuknya hampir mirip dengan urap. Trancam biasanya menggunakan sayuran segar dan mentah, sayuran yang digunakan diantaranya kacang panjang, kecambah, timun, daun pepaya, daun kunci, daun kunyit, daun kenikir, dan masih ada beberapa lagi. 

Semua sayuran diiris halus kecuali kecambah dan daun kemangi, semua sayuran tersebut dicampur dengan sambal jenggot mentah (sambal yang terbuat dari kelapa yang tingkat kematangannya diatas kelapa muda). Cara pembuatannya di parut dan dibumbui dengan kencur, bawang putih, gula jawa, garam, cabai merah dan terasi udang.

Makanan tradisional ini sangat cocok dimakan pada siang hari karena rasanya sangat segar, apalagi jika ditambah dengan lauk tempe goreng atau sebagai pelengkap Sego Abang Jangan Lombok Ijo. Bahkan kadang ada juga yang lebih suka kalau tempenya diiris dadu kecil dan di campur sekaligus.

makanan tradisional
foto: cookpad

 

1 Makanan Tradisional Tergolong Dessert 

8. Jenang Gempol

Dinamakan dengan jenang gempol karena ada bola bola sebesar bakso yang terbuat dari tepung beras, bola inilah yang dinamakan dengan gempol.

Makanan tradisional ini lebih cocok bila dihidangkan sebagai dessert (makanan penutup) karena rasanya yang manis dan segar serta ada rasa gurih dari kuah santannya.

Sekarang ini jenang gempol sudah jarang sekali ditemukan di Jogja, kalau dulu Jenang Gempol lebih sering dijajakan keliling dari kampung ke kampung.

Untuk sekarang ini Anda dapat menemukan jenang gempol di pasar pasar tradisional, salah satunya di Pasar Pathuk Yogyakarta. 

Biasanya penjual membuat semacam mangkuk berbentuk persegi yang terbuat dari daun pisang guna menaruh jenang gempol, dan sendoknya pun terbuat dari daun pisang juga, sendok ini disebut dengan istilah “suru”.

makanan tradisional
foto: travelingyuk
makanan tradisional
foto: diah didi

 

2 Cemilan Tradisional 

9. Kipo

Cemilan berwarna hijau yang besarnya hanya se ibu jari tangan ini berasal dari Kota Gede – Jogja. Kipo terbuat dari bahan dasar tepung ketan, rasanya sangat legit dan gurih, lembut digigit dan terasa gurih yang bercampur rasa manis dari gula jawa di dalam mulut.

Nama Kipo sebenarnya dari singkatan 2 kata, yaitu “iki opo” artinya dalam bahasa Indonesia adalah “ini apa”

Mungkin dulu sewaktu awal kali pembuatan cemilan ini belum tahu nama yang pas, namun karena saking unik dan enak rasanya banyak orang yang penasaran. Setiap orang yang pertama kali tahu dan mencicipi cemilan ini dipastikan melontarkan pertanyaan “iki opo?”. Kemudian lama kelamaan dengan pertanyaan tersebut akhirnya muncullah singkatan “kipo” untuk menyebut makanan tradisional ini.

makanan tradisional
foto: yukepo
 

10. Karangan

Makanan tradisional khas dari Kabupaten Bantul ini sangat bergizi, karena terbuat dari rumput laut yang dicampur dengan ketan hitam, dan nama “karangan” ini diambil dari nama karang, karena rumput laut yang diambil adalah rumput laut yang menempel di karang.

Makanan ini dapat Anda temukan di pasar Turi, Kretek, Bantul, Yogyakarta, dan harga yang dipatok pun cukup murah yaitu Rp. 500,- saja. Cara makan cemilan ini harus dengan botok tawon atau botok-botok lainnya yang disediakan oleh penjualnya, karena rasa asli dari karangan adalah hambar atau tanpa rasa.

makanan tradisional
foto: tembi rumah budaya

Nah, lengkap sudah informasi mengenai 10 makanan tradisional asli dari Jogja, semoga Anda semua dapat kesempatan untuk mencicipi paling tidak sebagian ketika sedang liburan ke Jogja.

 

Related Posts

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *