Gejala Difteri, 4 Diantaranya Seperti Demam & 3 Cara Penularan Difteri Wajib Tahu

Penyakit difteri yang disebabkan karena bakteri Corynebacterium Diphtheriae, biasanya memiliki masa inkubasi pendek sampai muncul gejala difteri.

Biasanya masa inkubasi antara 2 hari  hingga 5 hari atau tergantung dari kondisi seseorang yang terinfeksi.

 

Gejala Difteri 

Pada umumnya orang yang sudah terinfeksi dan melewati masa inkubasi, memiliki gejala difteri seperti dibawah ini:

1) Badan terasa lemas dan lelah

2) Demam dan suhu badan tinggi, kadang disertai menggigil

3) Sulit bernafas atau kebalikannya bernafas dengan cepat dan pendek-pendek

4) Suaranya serak dan tenggorokan terasa sakit

5) Ada lapisan abu-abu tipis menutupi amandel dan tenggorokan

Bakteri difteri menghasilkan racun dan akan membunuh sel-sel sehat yang ada di dalam tenggorokan, lapisan tipis berwarna abu-abu pada tenggorokan adalah sel-sel sehat yang telah mati.

Selain itu racun yang dihasilkan oleh bakteri difteri sangat berpotensi menyebar dalam aliran darah, kemudian akan merusak organ dalam seperti jantung, ginjal, dan sistem saraf.

6) Terjadi pembengkakan kelenjar pada leher

7) Pilek, mula-mula cair, namun kelamaan mengental kadang bercamput dengan darah.

8) Kadang-kadang juga menyerang kulit dan menyebabkan Ulkus, dan biasanya meninggalkan bekas pada kulit meskipun sudah sembuh.

Jika mengalami atau menemukan gejala gejala difteri diatas terutama pada anggota keluarga, disarankan untuk segera melakukan pemeriksakan ke dokter.

Karena penyakit difteri ini harus diobati secepatnya untuk mencegah komplikasi, jika tidak segera diobati maka hasilnya akan fatal.

 

Penularan Penyakit Difteri

Agar terhindar dari infeksi bakteri difteri sebaiknya mengetahui bagaimana cara penularannya, karena penyakit difteri dapat menular dengan mudah, terutama bagi orang yang tidak mendapatkan vaksin difteri.

Di bawah ini adalah beberapa metode penularannya:

1) Dari barang-barang yang sudah terkontamiasi oleh bakteri difteri, terutama peralatan makan seperti gelas atau sendok.

Misalnya :

Suatu barang setelah digunakan oleh penderita difteri, kemudian barang tadi di pegang oleh orang lain, maka penyakit difteri akan menular ke orang tersebut.

2) Penularan Melalui Udara

Pasien difteri yang berada didekat orang lain kemudian bersin atau batuk, maka secara tidak sengaja percikan ludah akan terhirup  oleh orang lain tersebut.

Hal ini adalah penularan yang paling mudah dan umum terjadi.

3) Bersentuhan Langsung Dengan luka pada kulit Pasien Difteri.

Biasanya hal seperti ini yang sering terjadi di lingkungan yang jauh dari kebersihan dan padat penduduk.

 

Yang perlu di waspadai

Penyakit difteri kadang kadang tidak menunjukkan gejala apapun, sehingga si penderita tidak menyadari kalau dia sudah terinfeksi.

Jika ini terjadi maka dengan sangat mudah dan secara tidak sengaja menularkan kepada orang lain, maka dengan ini yang dikhawatirkan adalah jika terjadi wabah difteri

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *